Sejarah dan Profil Bank BTPN (BTPN)

Bank BTPN merupakan bank devisa yang memfokuskan individu untuk mengadakan pelayanan dan memberdayakan segmen masyarakat berpendapat yang kurang pendapatan untuk biaya hidup yang terdiri dari para pensiun, perilaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), dan komunitas prasejarah produktif (mass market).

Bank BTPN mengeluarkan bisnis UMK dengan nama BMUR dengan membuka 539 kantor cabang. 

Sejarah Perusahaan Bank BTPN

Bank ini mulanya merupakan singkatan dari Bank Tabungan Pensiunan Nasional yang terinspirasi dari pemikiran 7 (tujuh) orang pada suatu pengelompokan pegawai pensiunan militer pada era tahun 1958 di bandung.

Pada ketujuh oran-orang tersebut setelah itu membangun perkumpulan Bank Pegawai Pensiunan Militer, status usaha sebagai perkumpulan yang menerima  simpanan dan memberikan hutang kepada para anggotanya untuk membantu kehidupan mereka. 

BAPEMIL mempunyai tujuan yang sangat baik yaitu membantu meringankan beban ekonomi para pensiun, baik itu dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia ataupun sipil, yang saat itu pada umumnya sangat kesulitan sampai banyak yang terjerat rentenir. Karena kepercayaan yang tinggi dari rakyat ataupun mitra usaha.

Pada era tahun 1986 para anggota perkumpulan BAPEMIL merencanakan akan membentuk PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional dengan izin wirausaha sebagai bank tabungan dalam rangka memenuhi ketentuan UU Nomor 14 tahun 1967 tentang pokok-pokok perbankan agar melanjutkan kegiatan usaha BAPEMIL yang mereka lakukan pada saat itu.

Berlakunya UU Nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan (sebagaimana kemudian diganti dengan UU Nomor 10 tahun 1998) status terbagi dua yaitu: Bank Umum dan Bank Predikat Rakyat.

Pada tahun 1993 status bank tersebut berubah dari Bank Tabungan menjadi Bank Umum melalui surat keputusan menteri keuangan RI No.0055/KM.17/1993. 

Perubahan status bank ini telah mendapatkan izin dari Bank Indonesia yang akan ditetapkan dalam surat bank Indonesia No.26/5/UPBD2/Bd tanggal 22 April 1993 yang menyertakan status perseroan sebagai Bank Umum. 

Tujuan

  • Memberikan makna lebih dalam kehidupan setiap masyarakat Indonesia
  • Memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berpendapatan rendah yaitu: para pensiunan, pelaku usaha mikro, kecil, dan komunitas prasejahtera produktif serta UMKM.

Pemegang Saham Bank BTPN

Pemegang Saham Bank BTPN (Per 30 Juni 2020)PersentaseJumlah Saham
Sumitomo Mitsui Banking Corporation92.43%7.532.311.297
PT Bank Central Asia Tbk *1.02%83.052.408
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk **0.15%12.007.137
Public5.23%426.362.127
Treasury Stock1.17%95.198.900
Total100%8.148.931.869

Perbedaan BTPN Dengan BTN

Terdapat banyak bank di indonesia,  diantaranya bahkan dari bank nasional sampai daerah tidak terhitung jumlahnya.

Jika bank nasional contohnya yaitu Bank BCA, Bank BRI, Bank Mandiri, dan Bank BNI, pada daerah ada Bank Pembangunan Daerah seperti Bank Jatim, Bank Sulteng, dan Bank DKI.

Kemudian, ada juga Bank Predikatan Rakyat di setiap wilayah pasti ada. Berikut ini adalah perbedaan kedua bank tersebut.

Sekilas Tentang Bank BTN

Bank BTN adalah badan usaha milik negara bumi (BUMN) yang berada di bidang perbankan. Bank ini tidak bisa dijauhkan dengan layanan pembiayaan sektor perumahan. Jadi tidak heran kalau nama BTN menjadi disematkan oleh masyarakat untuk menyebut suatu perumahan siap huni.

Bank BTN dalam melayani masyarakat menggunakan proses pembayaran perumahan melalui tiga produk utama, yaitu perbankan perseorangan, syariah dan bisnis.

Sekilas Tentang Bank BTPN

Sementara Bank BTPN ialah bank devisa yang memfokuskan diri untuk memberdayakan segmen dan melayani masyarakat berpendapatan tidak mampu yang terdiri dari para pensiun, komunitas prasejarahtera produktif (mass market) pelaku usaha mikro (UMKM).

Lalu pada tahun 2019 PT bank tersebut telah sukses dan resmi beroperasi sebagai bank baru hasil penggabungan usaha (merger) antara PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI) dengan PT Bank Tabungan Pensiun Nasional.

Perlu anda ketahui, bahwa bank tersebut bukan perusahaan punya negara. Perusahaan ini rata-rata sahamnya dipegang oleh bank asal Jepang yaitu Sumitomo Mitsui Banking Corporation.

Produk yang paling dikenal dari bank ini ialah Jenius, yaitu sebuah aplikasi yang didesain dan di kembangkan untuk mempermudah masyarakat dalam mengatur life finance secara lebih praktis, cerdas, dan aman melalui handphone. Gimana, sudah tau kan perbedaan kedua bank tersebut .

Tips Aman Menyimpan Uang di Jenius

Jenius adalah produk Bank BTPN yang merupakan tempat penyimpanan uang digital. Jadi kita bisa mengakses informasi transaksi rekening kita di Bank BTPN.

Jenius dari Bank BTPN
Jenius dari Bank BTPN

Karena bentuk Jenius yang digital kita harus berhati-hati dalam mengelola rekening atau akun kita di smartphone.

Walaupun Jenius sudah memberikan sistem untuk mengamankan akun, tetapi ada baiknya jika kita juga ikut mengamankan akun kita sendiri. Berikut ini adalah langkah-langkahnya.

Gunakan nomor handphone dengan telepon yang tertera di media sosial untuk menghindari SIM swap

Sim swap merupakan modus penipuan dana rekening bank dengan menggunakan nomor handphone yang didaftarkan pada akun perbankan milik kita. Pembobolan rekening dengan cara ini cukup rumit, tapi intinya, pencuri harus mengetahui terlebih dahulu data-data akun perbankan kita. Karenanya berhati-hatilah ketika anda dimintai data perbankan. Pastikan jika data yang diberikan tidak akan disalah gunakan.

Tips lain untuk menghindari SIM swap adalah memakai nomor handphone berbeda dengan nomor handphone yang tertera di media sosial atau tempat publik yang lain.

Tandai username dan password untuk surel dengan username dan password untuk akun Jenius

Sekarang ada banyak software yang didapatkan dengan mudah mencuri data username dan password sure. Itulah mengapa, pengguna rekening Jenius sering mendapatkan peringatan untuk membedakan username dan password surel.

Rutin mengganti password 

Jenius juga sering mengingatkan nasabahnya agar mengganti kata sandi mereka  secara berkala, paling tidak, gantilah setiap enam bulan sekali. Sedikit merepotkan anda, tetapi prosedur standar ini, faktanya membantu nasabah untuk mengamankan rekening digitalnya.

Aktifkan fitur notifikasi email dan sms untuk transaksi yang dilakukan

Seperti hal yang telah dipaparkan di atas, kalau fitur Jenius mempunyai notifikasi untuk setiap transaksi atau aktivitas perbankan yang dilakukan. Tetapi notifikasi ini tidak akurat di dapatkan, nasabah harus mengaktifkannya pada fitur profil dan pada tab pengaturan. Pada tab tersebut, anda dapat mengatur jenis pemberitahuan apa saja yang ingin anda dapatkan.

Manfaatkan e-card untuk transaksi online 

Selain itu, Jenius mempunyai fitur e-card yang jumlah saldo dan limit transaksinya bisa anda atur sesuai dengan kebutuhan. Jika sering bertransaksi online, maka akan lebih bagus menggunakan kartu ini. Dan jika ada tanda-tanda penyalahgunaan kartu, anda bisa langsung memblokirnya.

Hafal dan ingat nomor customer service Jenius agar lebih mudah dihubungi

Cara terakhir ini sering kali dilupakan oleh pengguna rekening digital. Biasa Nya karena merasa semua sudah ada di genggaman, terkadang menjadi lupa melakukan hal-hal kecil yang dapat mempermudah ketika terjadi masalah. Karena sudah terbiasa mendapat notifikasi, sms, dan surel membuat anda melupakan nomor handphone customer service jenius. Padahal mencatat nomor ini juga sangat penting untuk anda. 

Oleh karena itu, lebih baik masukkan nomor customer service ini pada catatan nomor penting di handphone anda, kalau perlu dihafal untuk seandainya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, anda akan lebih gampang melakukan pemblokiran.

Jangan lupa untuk standar keamanan lainnya, seperti tidak memilih opsi ingat sandi/password pada komputer publik, tidak menggunakan Wifi publik saat mengakses akun perbankan dan tidak membuka aplikasi dengan password di depan umum.

Itulah ulasan sedikit tentang bank BTPN di Indonesia, semoga artikel ini bermanfaat untuk penggunanya dan pembacanya.

Tinggalkan komentar