Prediksi Tarif Cukai Saham Emiten Rokok Mengalami Kenaikan di 2020

Tahun 2021 mendatang telah diprediksikan bahwa tarif cukai saham emiten rokok akan mengalami kenikan. Namun demikian, diketahui belakangan ini harga saham Gudang Garam mengalami penurunan hingga 8.13% dan HM Sampoerna 9.3%.

Pertanyannya, berapa sentiment negatif yang akan mempengaruhi kinerja saham emiten? Sampai sekarang, investor masih menunggu kepastian tentang besaran kenaikan tarif cakai yang akan ditetapkan pemerintah Indonesia di tahun yang akan datang. Namun demikian, untuk mengetahui informasi lebih lanjut, mari simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Prediksi Tarif Cukai Saham Emiten Rokok Mengalami Kenaikan di 2021

Di bawah ini akan kami informasikan tentang penutupan perdagangan sejak 12 Oktober yang harus Anda tahu.

PT Gudang Garam Tbk (GGRM)Turun 8.13%
PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP)Turun 9.3%
PT Indonesian Tobaco Tbk (ITIC)Turun 4.7%

Sementara itu dua emiten rokok lain, seperti PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA) dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) tercatat mengalami kenaikan. Perlu diketahui, penurunan tersebut sudah terjadi pada penutupan perdagangan di awal pekan. Saham Gudang Garam sendiri mengalami penurunan hingga 1.9% dan HM Sampoerna turun 1.6%. Di esok harinya, kedua saham emiten rokok tersebut kembali mengalami penurunan lebih dari 5%. Berikut adalah daftar penurunan emiten rokok yang terdalam.

PT Gudang Garam Tbk (GGRM)Turun 5.86% ke level Rp40.550 per saham
PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP)Turun 5.67% ke level Rp1.415 per saham
WismilakTurun 5.21% ke level Rp364 per saham
Bentoel InternationalAda di level Rp370 per saham

William Hartonto selaku Analis Panin Sekuritas mengatakan bahwa pasar saham masih menunggu kepastian dari pemerintah untuk mengumumkan kebijakan tentang tarif cukai saham emiten rokok. Meskipun demikian, pemerintah memang sudah memastikan akan ada kenaikan tarif cukai di tahun 2021, tapi besarannya sampai sekarang masih belum diumumkan secara resmi. Tak ayal, yang demikian menjadi sentimen negatif bagi beberapa orang.

Terlepas dari hal tersebut, buat Anda yang baru terjun ke dunia investasi saham, berikut ini kami bagikan informasi tentang cara main saham yang harus Anda untuk bisa memaksimalkan keuntungan pada investasimu.

Memilih Sekuritas dengan Biaya Transaksi Kecil

Di dunia investasi saham, investor diharuskan membuka rekening efek yang telah difasilitasi perusahaan sekuritas. Setelah itu, investor harus top-up sejumlah dana ke rekening efek. Dana tersebut nanti bisa difungsikan seperti e-money yang kemudian digunakan untuk membeli saham yang diinginkan.

Umumnya, biaya sekuritas ditetapkan menjadi 0.19% untu membelian dan sekitar 0.29% untuk penjualan. Namun, ada pula yang hanya 0.15% untuk pembelian dan 0.20% untuk penjualan.

Royal Boleh Tapi Jangan Kebablasan

Ada beberapa harga saham yang dijual denga harga Rp50 per lembar. Di investasi saham Anda Hanya bisa beli satuan lot. Dimana dalam satu lot terdiri dari 100 lembar saham. Artinya, jika Anda membeli satu lot saham dengan harga Rp50 per lembar, maka Anda hanya perlu membayar sebesar Rp5000.

Namun demikian, apabila Anda ingin mendapatkan untung yang lumayan, Anda harus membeli saham dengan harga lebih mahal lagi asalkan tidak kebablasan.

Memilih Saham yang Diindeks LQ45 atau IDX30

Perlu diketahui, saham yang dikeluarkan oleh BEI merupakan ukuran statistik perubahan gerak harga dari kumpulan pasar saham, Anda bisa memilih berdasarkan kriteria tertentu. Sebagai pemula Anda disarankan untuk memilih saham yang ada diindeks saham BEI, misalnya yang tergabung diindeks LQ45 atau IDX30.

REFERENSI

  • Jangan Takut Investasi, Simak 7 Cara Main Saham yang Cocok untuk Investor Pemula. Diakses 8 November 2020
  • Gerak Saham Emiten Rokok Menanti Besaran Kenaikan Tarif Cukai 2021. Diakses 8 November 2020
  • Foto diambil dari situs www.halodoc.com. Diakses 8 November 2020

Tinggalkan komentar